What are the disadvantages of biodegradable?

  2023-10-12 

  888

Ketika berbicara tentang lingkungan, biodegradable sering kali dianggap sebagai solusi yang lebih baik daripada bahan non-biodegradable. Biodegradable mengacu pada bahan yang dapat terurai secara alami melalui proses biologi, seperti bakteri dan jamur, dan kemudian dikembalikan ke lingkungan sebagai zat yang tidak berbahaya. Namun, tidak semua biodegradable itu sempurna dan masih memiliki kekurangan yang harus diperhatikan. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa kekurangan dari biodegradable.

Salah satu kekurangan utama dari bahan biodegradable adalah waktu yang diperlukan untuk terurai. Meskipun mereka akhirnya dapat terurai, proses ini seringkali memakan waktu yang lama. Beberapa jenis bahan biodegradable dapat memakan waktu hingga bertahun-tahun atau bahkan berabad-abad untuk terurai sepenuhnya di dalam lingkungan. Selama periode ini, mereka masih dapat mencemari tanah, air, dan bahkan udara. Meskipun biodegradable secara teoritis dapat membantu mengurangi sampah, jika mereka terurai dalam waktu yang lama, mereka masih dapat menyebabkan dampak negatif pada lingkungan sebelum mereka benar-benar hilang.

Biodegradable juga membutuhkan kondisi yang tepat untuk terurai dengan benar. Proses terurai tergantung pada faktor-faktor seperti kelembaban, suhu, dan kehadiran mikroorganisme. Jika lingkungan tidak memenuhi kondisi ini, bahan biodegradable mungkin tidak akan membusuk dan tidak akan terurai sepenuhnya. Sebagai contoh, dalam kondisi yang kering seperti gurun atau lingkungan yang sangat dingin seperti kutub, biodegradable mungkin tidak terurai sama sekali. Ini berarti bahwa jika benda biodegradable dibuang di lingkungan yang tidak cocok untuk terurai, mereka akan tetap utuh dan tidak akan memberikan keuntungan lingkungan yang diharapkan.

Selain itu, biodegradable juga dapat menciptakan masalah teknologi daur ulang. Konsumen sering diarahkan untuk menggunakan kantong belanja, peralatan makanan sekali pakai, dan kemasan lainnya yang diklaim sebagai biodegradable. Namun, dalam praktiknya, daur ulang bahan biodegradable menjadi tantangan yang signifikan. Ini disebabkan oleh keberagaman bahan dan campuran yang terbuat dari biodegradable. Dalam proses daur ulang, bahan harus dipisahkan dan diproses secara terpisah berdasarkan sifatnya. Jika campuran bahan biodegradable yang berbeda dicampur bersamaan, mereka dapat menciptakan masalah teknis dan mengganggu proses daur ulang. Oleh karena itu, pengelolaan limbah biodegradable yang efektif menjadi isu yang sulit untuk diatasi.

Tidak hanya itu, biodegradable juga sering kali lebih mahal daripada bahan non-biodegradable. Produksi bahan biodegradable biasanya melibatkan teknologi dan bahan bakar yang mahal, yang berdampak pada biaya produksi yang lebih tinggi. Selain itu, perlakuan limbah biodegradable juga bisa lebih mahal dibandingkan dengan limbah non-biodegradable. Misalnya, pabrik pengolahan limbah harus memiliki infrastruktur yang kompleks untuk memproses limbah biodegradable sehingga dapat terurai dengan benar. Semua biaya ini akhirnya diteruskan kepada konsumen, yang berarti bahwa harga produk yang terbuat dari bahan biodegradable dapat lebih mahal daripada alternatif yang tidak biodegradable.

Akhirnya, ada juga kekhawatiran bahwa fokus terlalu besar pada biodegradable dapat mengalihkan perhatian dari upaya pemulihan dan pengurangan limbah yang lebih penting. Mengganti produk non-biodegradable yang efisien dengan biodegradable tidak selalu merupakan solusi terbaik ketika datang ke masalah lingkungan. Upaya yang lebih baik bisa dilakukan dengan mendasarkan keputusan pada siklus hidup, efisiensi sumber daya, dan daur ulang yang lebih baik. Menyelidiki dan memperbaiki material non-biodegradable yang dapat didaur ulang dapat memberikan manfaat jangka panjang yang lebih besar daripada hanya mengadopsi solusi biodegradable.

Secara keseluruhan, meskipun biodegradable memiliki manfaat dan dapat membantu mengurangi dampak lingkungan, mereka juga memiliki kekurangan dan batasan yang harus diakui. Waktu yang diperlukan untuk terurai, kondisi yang diperlukan, sulitnya daur ulang, biaya produksi yang lebih tinggi, dan potensi untuk mengalihkan perhatian dari upaya yang lebih penting adalah beberapa kelemahan dari bahan biodegradable. Penting untuk melihat solusi ini secara komprehensif dan tidak terlalu mengandalkan biodegradable sebagai satu-satunya solusi untuk masalah lingkungan.

Keep in
touch
      Thank you very much for your interest in our company.
  Our task is to improve the level of service and product quality, and constantly meet the needs of customers is the goal we have been actively pursuing, which is our strategic priority to win long-term customer recognition.
If you have any questions, you can contact us according to the following contact information,we will reply to you in the shortest time, thank you.